THE THINGS YOU CAN SEE ONLY WHEN YOU SLOW DOWN

"Is it the world that's busy, or is it my mind?"



    Saat ini dunia tampak begitu sibuk dan dinamis, hampir sebagian dari kita memberi validasi "IYA" dan terpaksa mengikuti ritme agar kita sejalan dengan perubahan yang cepat tersebut. Akibatnya kita lebih sering lookup progress kita dengan apa yang ada disekitar kita. Bahkan tanpa sadar kita kehilangan hal-hal detail, hal-hal yang kita anggap kecil, melewatkan moment yang seharusnya bisa kita nikmati dan syukuri. Iya memang, sedikit berisik dan riuh isi kepala yang semakin lama semakin terasa dan akhirnya terbiasa.

    Akhir-akhir ini kita juga disibukkan dengan banyak hal seperti pekerjaan/karir, financial goals, purpose of life, relationship, pikiran, perasaan atau bahkan komentar oranglain. "Its drained your brain enough" ...ternyata banyak sekali yang kita pikirkan dan rasakan yaa. Perasaan senang, bahagia, sulit, cemas dan lainnya. Kita pasti juga pernah merasakan hari-hari terasa melelahkan, melihat orang-orang disekitar kita menjalani kehidupan dengan cukup cepat. Mau tidak mau kita selalu melihat pola ini secara berketerusan sehingga kita harus keep up dengan orang-orang disekitar kita yang menjalani kehidupan mereka dengan terburu-buru. Daaan kita hampir tidak memberi izin pada otak atau hati kita untuk istirahat dari pikiran dan perasaan yang tidak seharusnya, akibatnya kita justru ikut tergesa-gesa untuk melakukan sesuatu namun kadangkala hasilnya juga tidak optimal.

    Lalu sebenernya boleh tidak ya ketika semua hal itu terjadi kita mengambil waktu dan jeda sejenak untuk melambat agar kemudian dunia ikut melambat bersama kita? Nah disini aku akan bahas tentang buku yang menurutku sangat cocok dibaca yaitu "The Things You Can See Only When You Slow Down" Karya Haemin Sunim. Dalam buku ini membahas tentang bagaimana kita bisa berlatih menjadi mindfulness di dunia yang sangat sibuk.

                              

Penulis: Haemin Sunim
Penerbit: Penguin Books
Tahun terbit : 2017
Genre : Non-fiksi
Category : Self Help
Favorite Quotes: 
“Your freedom is more important than money. It is better to live the kind of life you want than to earn more and be constrained. Don’t sell your freedom.”

    Dalam buku ini ada kebijaksanaan-kebijaksanaan hidup dengan setiap chapternya disertai kutipan-kutipan, antara lain sebagai berikut :

# Rest

    Ketika muncul pertanyaan kenapa dunia bergerak begitu cepat? Apakah dunia yang semakin sibuk atau hanya pikiran kita saja? Pada dasarnya dunia yang kita lihat hanya sebagian kecil dan berdasar pada apa yang kita pikirkan disekitar kita. Ketika kita afirmasikan pikiran kita bahwa dunia penuh ketenangan, kedamaian, kasih dan sayang maka seolah-olah semesta sedang bersama-sama mendukung kita. Namun ketika pikiran kita sedang kalut, sulit, crowded dan terasa sempit, maka energi yang kita bawa juga akan mengarah kepada hal tersebut. 

We know the world only through the window of our mind. When our mind is noisy, the world is as well. And when our mind is peaceful, the world is, too. Knowing our minds is just as important as trying to change the world.

"Ntar kalo aku posting ini, orang lain akan tersinggung deh"
"Ntar kalo aku pake ini, temen-temen akan terganggu deh, dan nanti pasti akan ini itu

    Noo, ini semua hanya tentang pikiran kita sendiri. Iya mungkin beberapa detik orang lain akan memperhatikan kita. Namun mereka akan teralihkan lagi dengan hal lain. Kita bukan pusat dunia ya guys, toh ya ketika sudah dijalani semua juga baik-baik saja, dunia tetap bergerak dan berputar sendiri dengan atau tanpa kita. Maka saat kita merasa kewalahan, sibuk atau bahkan kecewa beri jeda sejenak untuk mengetahui apa yang sebenarnya kita rasakan. 

#Mindfulness 

    Atau yang kita maknai kesadaran penuh arti, dimana pikiran fokus pada apa yang dirasakan saat ini, kini dan disini atau "Present the moment". Saat kita tidak khawatir dengan masa depan, gelisah karena masa lalu jadi kita benar-benar menikmati dan menjalani yang saat ini sebaik mungkin.

"Don't lament that the world has changed. Don't resent that the people have changed. Evaluating the present through the memories of the past can cause sadness. Wheater you like it or not. Change is inevitable. Embrace and welcome it".

#Passion

    Adalah ketika seseorang memiliki gairah untuk melakukan sesuatu yang ia sukai dan dianggap penting. Apabila seseorang memiliki hasrat dan dorongan atau antusiasme dalam melakukan suatu kegiatan hingga lupa waktu, atau ketika membicarakan hal tersebut membuat kita merasa senang dan bahagia maka itulah passion. Kadang dalam hidup kita tidak mendapatkan yang kita ingini, tapi kita bisa hidup dengan apa yang kita jalani. Sehingga penting sekali untuk mengetahui apakah yang kita jalani saat ini itu benar-benar yang kita sukai, atau yang membuat kita senang bukan untuk sekedar mendapatkan materi saja meskipun itu juga jadi salah satu tujuannya. Tapi ketika kita merasa capek melakukan sesuatu pekerjaan, coba di recall lagi apa tujuan awal kita melakukan pekerjaan tersebut.

"Only when we know how to control overflowing passion can we work harmoniously and effectively with others. Only then can we effectively share our enthusiasm with those around us".

    Dan ada lagi nih quotes yang menurutku cukup nyentrik dan cukup relate yaa mungkin agak sedikit klise juga sih...
"Choose happiness, not a success, as your life's goal. If you become successful but aren't happy, then what is the point?"

#Relationship

    Relation atau hubungan, sebenarnya dalam kehidupan di alam semesta ini semuanya saling terkait, saling berkesinambungan, saling berhubungan, bergantung satu sama lain. Dalam buku ini pada chapter 4 tentang relationship dijelaskan bahwa dalam menjalin suatu hubungan itu perlu usaha, lalu muncul pertanyaan "How to maintain a good relationship?" disini diilustrasikan seperti kita dengan api unggun, jika terlalu dekat kita akan kepanasan bahkan terbakar, tapi jika terlalu jauh kita tidak bisa merasakan kehangatannya. Jadi yang sedang-sedang saja, jangan terlalu erat digenggam juga jangan terlalu longgar.

"Humans are like mirrors; we reflect each other"
"If we help someone in the hope of getting something in return, this not giving but lending. True giving is done without expecting anything in return. It also means we relinquish control over what we have given"

#Love

    Pada chapter lima ini ada quotes menarik nih yang bisa kita lookup dengan apa yang saat ini kita rasakan saat ini.
"Love comes naturally and effortlessly. If you try to love someone, then it is not real until you stop trying"
    Pada chapter sebelumnya dijelaskan bahwa menjalin hubungan perlu usaha, namun ketika menjalani hubungan dengan seseorang jika salah satu menjalani dengan usaha yang terlalu keras sedangkan yang satu tidak itu tidak bisa dikatakan hubungan yang setara.

"Love needs to be balanced. If you like him more then he likes you. Give him time and space to catch up. It's important to hold back your emotions when your feelings are not balanced with his"

"Please don't call it love. What you are experiencing is infatuation with no commitment or responsibility"

#Live

    Dalam buku ini pada chapter Live (Kehidupan) ada bagian yang menarik untuk kita tahu karena ini sangat dekat dengan apa yang kita rasakan dan alami saat ini, "Three Liberating Insights" yaitu :

"First, people are not as interested in me as I had always believed"
"Second, not everyone has to like me, after all, I don't like everyone"
"Third, if we are brutally honest with ourselves, most things we do for others are in fact for ourselves"

    Yups benar sekali, jadi disini lebih dijelaskan tentang bagaimana kita maintain ekspektasi kita terhadap diri sendiri dan orang lain. Dan sebenarnya kita tidak bisa mengharapkan orang lain untuk menyukai kita, menyenangkan perasaan kita karena kita pun belum tentu bisa menyenangkan oranglain.

#The Future

    Kita tidak pernah tau masa depan akan seperti apa, tapi lebih baik jika kita siapkan diri meskipun kita tahu tidak ada yang benar-benar siap dan dewasa dalam menapaki masa depan.
Ada beberapa kutipan dalam buku ini tentang masa depan :

"Someday they don't really know what they are looking for in life. This might be because. Instead of getting in touch with how they feel, they have led their lives according to other people's expectations. Live your life not satisfy others. But to fulfill what your heart desires.
"There is no such thing as being completely prepared. Life is an adventure, through which we learn and mature. Of course, we must consider all our options carefully. But if we wait for 100 percent certainty, then it is often too late"
"Your freedom is more important than money. It is better to live the kind of life you want than to earn more and be constrained. Don't sell your freedom"

#Spirituality

    Tidak ada spiritual path yang benar-benar ideal untuk kita, karena perjalanan spiritual setiap orang berbeda, bergantung pada latarbelakang masing-masing. Tujuan utama sebuah perjalan spiritual bukan untuk mendapat jawaban, akan tetapi ini merupakan proses yang setiap orang harus lakukan untuk mengenali permasalahan hidupnya, jati dirinya sebagai manusia dan cara berdamai dengan diri sendiri.

"Don't force yourself on a spiritual path, let its teachings gently open your heart and lead you, like a salt gradually dissolving in water let the teachings dissolve in your heart"

Kesimpulan

Ketika dunia begitu sibuk, kepala kita penuh dengan kekhwatiran, hati kita penuh kecemasan tentang masa lalu atau masa depan dan seolah-olah kita sedang berlomba dengan waktu. Ketika kita merasa lelah dengan apa yang saat ini kita jalani, kita merasa kecewa dengan keadaan, perkataan atau sikap orang lain. Cobalah untuk duduk sejenak, ambil jeda, tarik napas, pelankan langkah tidak apa, rasakan ketenangan dalam keheningan maka sedikit demi sedikit kita akan menemukan makna keseluruhan hidup kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HOW TO FULFILL OURSELVES ?

GRATITUDE

Suatu Hari Yang Panjang